Bukan karena patah harapan ku. Atau telah hilang semangatku.
Aku masih disini, menunggu.
Mungkin tak lagi kau dengar sanjunganku, lelahku di media sosialmu.
Mungkin tak lagi kau lihat segala kegalauanku yang biasa ku umbar untuk menunjukkan agar kau tau apa yang sebenarnya ku rasa.
Tak semua kau tau. Tak semua apa yang kau baca, kau lihat, atau kau dengar itu sama. Pandang aku sampai kedalaman hatiku. Coba perhatikan tak ada satupun celah tersisa tanpa adanya namamu.
Aku tak beranjak pergi ataupun menjauh. Aku tinggal disini, tak bergeser secentipun. Entah, apa yang membuatku bertahan sejauh ini. Entah, betapa hebatnya rasa yang sudah tercipta hingga aku tak mau enyah.
Tapi, aku diam. Tak ingin banyak cakap. Tak ingin melakukan yang tak seharusnya. Biarlah Tuhan menulis semauNya. Biar Dia yang mengukir indah ceritamu dan ceritaku kala nanti.
Aku belajar banyak. Saat kamu mulai diam dan ingin aku tau yang sebenarnya, begitupun aku sebaliknya. Aku mencoba belajar apa yang kamu lakukan padaku. Rasaku ini akan kusimpan hingga saatnya nanti, saat yang di putuskan Tuhan dan menyuruhku pergi. Saat nanti, saat aku telah lelah melihatmu bersama yang lain. Saat nanti, saat dimana kamu tak lagi memandangku ada. Nanti.
Rabu, 05 Maret 2014
Pupus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar