memory story.
Sabtu, 21 November 2015
Tenanglah!
Tenanglah! Aku tidak apa. Hanya sedikit merindukanmu. Tapi aku sadar ini teramat sangat salah. Maafkan aku. Bukankah aku tidak mengganggu? Aku sudah jauh berlari. Hanya saja hatiku tertinggal disana. Jangan kembalikan! Anggap saja sebagai hadiah ketulusanku.
Jumat, 30 Oktober 2015
Senja
Matahari seperti biasa kembali menyembunyikan dirinya. Langit tampak berwarna oranye kebiru-biruan. Indah. Ini tidak kalah indah dengan pantai, gunung, bahkan bawah laut yang saat ini begitu sangat menjadi trend bagi kalangan muda.
Tidak denganku, aku tersenyum memandangi ciptaan Tuhan yang begitu indah ini.
Damai. Saat ku ingat kembali memoriku di bawah senja ini. Rasanya begitu sayang harus mengingatnya kembali di kala indah mengerjapkan mataku.
Ahh entahlah, sudah hampir puluhan bulan dia pergi.
Senin, 15 Juni 2015
Hujan
Tuhan sepertinya langit begitu bersukacita. Dia begitu cerah dengan cahaya bintangnya.
Tidak dengan hatiku Tuhan. Kenapa hujan tidak datang? Aku ingin sembunyi dalam tangisku.
Kenapa tidak datang hujan, tidakkah kau mau melihatku menangis? Atau kau sangat bahagia aku bersusah hati?
Aku sedih, kaupun tau. Aku hanya aku, tak mungkin memaksa kehendakku. Aku tak ingin menjadi kerikil apalagi batu yang dapat membuat seseorang terjatuh dari langkahnya. Aku hanya ingin menjadi hujan yang menyejukkan tanah kering.
Sabtu, 23 Mei 2015
Jalan lubang-lubang
Aku sering melewati ini
Aku hafal dimana lubang-lubang yang tidak harus aku lewati
Tapi aku selalu memaksa melewatinya
Tidak peduli jika kemungkinan aku akan terjatuh
Tidak peduli jika akhirnya harus ada darah di bagian tubuhku
Mengapa tidak melewati jalan yang sudah tertata bagus?
Berjalanlah perlahan, tidak usah terburu-terburu
Dimanapun akan tersesat, kamu akan kembali pulang.
Berhenti melewati jalan itu?
Atau memang sengaja menunggu jalan itu diperbaiki?
Lama, tapi bukankah ada jalan lain yang jauh lebih baik?
Iya, mungkin hanya belum terbiasa saja.
Tapi dia tidak akan membuat jatuh dan terluka.
Jumat, 22 Mei 2015
Aku ingin menjadi langit
Aku ingin menjadi langit
Agar suasana hatiku dapat terlihat oleh penghuni jagat raya ini.
Ketika aku terbangun, terbitlah matahari.
Ketika aku bahagia, hadirlah langit biru.
Ketika aku gundah, awan berganti abu.
Ketika aku sedih, mendung pun menggelayut.
Ketika aku menangis, hujan menyelimuti tanah.
Ketika aku marah, petir pun beradu dengan kilat.
Dan ketika aku lelah, malam menyelimuti mata.
Aku memiliki awan yang selalu hitam disana. Tak jarang selalu mengeluarkan petir juga kilatnya.
Namun, aku ingin selalu membuatnya luluh akan pelukku. Menjadikannya teman bagi matahari.
Dia tau dirinya tak bersahabat dengan awan putih. Tapi, suatu saat, ia akan membersihkan dirinya dari kegelapan yang selalu menyelimuti hati dan pikirannya.
Dan menjadi awan yang berarti.
Aku ingin hidup dengan laki-laki yang ku cinta, meskipun aku tak tau bagaimana perasaan yang sesungguhnya padaku.
Aku tak peduli bila aku harus egois karena cinta dan keegoisanku akan membuat aku terus memperjuangkan cintaku dan terus berjuang hingga ia sadar betapa aku mencintainya.
Aku terlihat bodoh tapi itulah aku. Sampai kapan pun akan kukejar meskipun di tengah mendung. Aku akan menyulapnya menjadi awan putih, menemani tawaku dalam kesendirian.
-NazHameed-
Rabu, 06 Agustus 2014
Tak Apalah, itu indah
Karna dipertemukan Tuhan denganmu adalah sesuatu yang membuatku menunggu.
Disini di pintu aku biasa menunggumu. Tapi tak akan lagi.
Tak apalah itu indah, pernah tertawa bersama itu anugerah.
Yang tak pernah
Sesuatu, tepatnya seseorang yang ku perjuangkan untuk memilikinya, yang ku tunggu dalam waktu yang tak sebentar, yang selalu ku sebut namanya dalam doaku di setiap lipatan tanganku. Yang kupasrahkan hingga aku memilih bahagianya. Yang selalu kupaksa untuk bisa bersamanya. Yang tak pernah berhenti membuatku membasahkan pipi. Yang tak pernah habis aku mengandaikan hidup bahagia bersamanya. Aku menyayangimu lebih sebelum tahun ini berganti. Maaf. Maaf membuatmu tidak nyaman. Aku masih disini, masih menunggumu. Bryan Adam
Langganan:
Komentar (Atom)